Sekolah di Pacitan Tingkatkan Razia Barang Bawaan Pelajar untuk Cegah Rokok Ilegal
Pacitan – Meningkatnya temuan rokok ilegal yang dikonsumsi pelajar membuat sejumlah sekolah di Pacitan memperketat pengawasan. Beberapa sekolah menengah mulai menerapkan pemeriksaan tas dan loker secara berkala, terutama setelah jam istirahat dan sebelum jam pulang.
Kepala salah satu SMP negeri di Pacitan, Sugeng Riyanto, mengatakan langkah ini terpaksa dilakukan karena tren konsumsi rokok ilegal di kalangan pelajar mulai meningkat. “Kami mendapati bungkus rokok tanpa cukai di area belakang sekolah. Setelah ditelusuri, ternyata dibeli dari warung dekat sekolah,” katanya.
Sekolah juga bekerja sama dengan Satpol PP dan Bea Cukai Madiun untuk memberikan sosialisasi berkala. Edukasi dilakukan dengan memperkenalkan indikator rokok ilegal dan bahaya kesehatan yang ditimbulkan. “Siswa sering tertarik karena murah, padahal itu justru produk yang paling berbahaya,” tambah Sugeng.
Beberapa guru BK menilai perlu adanya dukungan orang tua agar upaya sekolah tidak sia-sia. Sebab, banyak siswa mengaku membeli rokok ilegal di luar jam sekolah. “Kami tidak bisa memantau 24 jam. Kerja sama keluarga adalah kunci,” ujar seorang guru BK.
Meski pengawasan diperketat, pihak sekolah berharap pemerintah daerah menerbitkan aturan yang lebih spesifik untuk melindungi kawasan pendidikan dari peredaran rokok ilegal.
