BREAKING NEWS

ODGJ Pacitan Sembuh, Dipulangkan ke Keluarga: Kapolres Pesan Jangan Dipasung Lagi

 


 PACITAN – Empat pasien ODGJ asal Pacitan yang telah dinyatakan stabil usai menjalani rehabilitasi dipulangkan ke keluarga masing-masing, Jumat (13/2/2026). 

Penyerahan dilakukan di Graha Bhayangkara Polres Pacitan oleh jajaran Polres Pacitan bersama tim Purnomo Belajar Baik.

Mereka adalah M. Bachtiar Rifa’i, Wiji Lestari, Agus Setiawan, dan Karmin. 

Keempatnya sebelumnya dievakuasi dalam misi kemanusiaan yang dipimpin Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar bersama polisi inspiratif Ipda Purnomo. 

Selama kurang lebih sebulan, para pasien menjalani perawatan dan pembinaan di sebuah yayasan di Kabupaten Lamongan.

Kapolres menegaskan, pemulangan ini bukan akhir, melainkan awal proses pemulihan yang lebih panjang di tengah keluarga.

“Mereka sudah menjalani rehabilitasi. Kami percaya ini langkah awal menuju sembuh. Peran keluarga sangat dibutuhkan. Jangan sampai ada yang dipasung lagi,” tegasnya.

Prosesnya tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari pendamping maupun tim medis. 

Polres Pacitan pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyembuhan tersebut. 

Obat-obatan juga telah dibekalkan kepada keluarga untuk memastikan kondisi tetap terkontrol.

Kapolres meminta keluarga dan masyarakat sekitar ikut menjaga dan mendampingi. Jika muncul gejala kambuh, keluarga diminta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau tenaga kesehatan.

 “Kami akan terus mendukung proses penyembuhan ini. Jangan dikucilkan. Berikan kasih sayang,” pesannya.

Dari lima pasien yang sebelumnya direhabilitasi, satu orang atas nama Joko, warga Kecamatan Tegalombo, belum bisa dipulangkan. 

Kondisi gangguan kejiwaannya dinilai cukup berat sehingga masih membutuhkan perawatan lanjutan. 

Namun, perkembangannya disebut cukup signifikan dan saat ini sudah tidak lagi dirantai.

Langkah Polres Pacitan ini menjadi bagian dari komitmen memutus praktik pasung di Kabupaten Pacitan. 

Penanganan ODGJ, kata Kapolres, tidak cukup hanya dengan penertiban. Butuh kolaborasi, empati, dan keterlibatan semua pihak agar mereka bisa kembali berfungsi di tengah masyarakat.

“Dengan kerja sama yang baik, kita bisa membantu saudara-saudara kita kembali hidup normal,” tandasnya. 

Selama di tempat rehabilitasi, para pasien mendapatkan pendampingan intensif. Mulai dari terapi, olahraga, hingga pembinaan rohani. “Di sana belajar mengaji, olahraga, dan sekarang saya merasa lebih stabil,” ujar Bachtiar singkat. (*)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar