Polres Mojokerto Gandeng Ulama, Silaturahmi ke Ponpes Amanatul Ummah Perkuat Kondusivitas
MOJOKERTO — Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Polda Jatim mulai memetakan potensi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama tokoh agama jelang persiapan pesta demokrasi tingkat desa yang akan berlangsung tahun depan.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M. menggelar kunjungan silaturahmi kepada Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Selasa (6/10/2026).
Kunjungan ini difokuskan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi taktis dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum Kabupaten Mojokerto.
Sebagai pejabat baru, AKBP Raden Erik menegaskan pentingnya bimbingan serta arahan dari kalangan ulama guna mendukung kelancaran tugas-tugas kepolisian di lapangan.
"Sinergisitas antara Polri, ulama, tokoh agama, dan unsur Forkopimda menjadi kunci utama. Terlebih, Kabupaten Mojokerto akan menghadapi agenda penting eksternal, salah satunya rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2027," ujar AKBP Raden Erik.
Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral harus dibangun sejak awal. Hal ini diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut nantinya dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa riak konflik.
Merespons hal tersebut, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim menyambut baik komitmen proaktif yang ditunjukkan oleh Kapolres Mojokerto beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres.
Kiai karismatik tersebut menyatakan, jalinan koordinasi antara kalangan pesantren dan kepolisian di Mojokerto selama ini telah mengakar kuat.
Ia berharap hubungan harmonis ini terus dipertahankan, terutama dalam mendukung program-program edukasi, keamanan di lingkungan pendidikan, serta pembinaan moral masyarakat.
Didampingi oleh KH Asep Saifuddin Chalim, Kapolres Mojokerto juga meninjau Gedung As-Sayyidah Qonaah serta fasilitas kampus lainnya.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif di ruang Rektor UAC terkait strategi pencegahan kenakalan remaja dan penguatan literasi hukum di kalangan santri serta mahasiswa. (*)
