Inovasi E-Thithir Antar Desa Nogosari Juara 1 Lomba Tiga Pilar Nasional
0 menit baca
Pacitan - Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, mencatat sejarah baru dengan meraih Juara I Lomba Tiga Pilar Tingkat Nasional 2026. Capaian tersebut menjadi yang pertama bagi desa di Pacitan setelah mengungguli peserta dari 416 kabupaten dan 98 kota di seluruh Indonesia.Prestasi itu diraih berkat keberhasilan Desa Nogosari membangun sinergi antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban. Tim penilai nasional menilai, kolaborasi tersebut berjalan efektif melalui penyelesaian persoalan secara cepat, humanis, dan partisipatif.
Selain mengandalkan budaya gotong royong, Desa Nogosari juga dinilai berhasil memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah program Trisula Naga dan aplikasi E-Thithir.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melaporkan gangguan keamanan, persoalan sosial, hingga potensi bencana melalui telepon genggam. Setiap laporan diteruskan secara langsung kepada perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat tanpa birokrasi yang berbelit.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Pacitan sekaligus menorehkan sejarah baru bagi daerah.
"Saya selaku Kapolres Pacitan menyampaikan rasa gembira dan bahagia. Lomba ini memang ditujukan untuk desa-desa terpilih yang mampu menunjukkan sinergi tiga pilar, yakni kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bersama masyarakat. Alhamdulillah, Desa Nogosari berhasil menjadi juara pertama tingkat nasional," katanya, Rabu (5/8/2026).
Menurut Ayub, prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ia berharap, keberhasilan Desa Nogosari dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Pacitan maupun daerah lain di Indonesia.
"Bukan hanya desa di Pacitan, desa-desa di seluruh Indonesia patut mencontoh Desa Nogosari. Banyak perubahan yang dilakukan, terutama dalam membangun pelayanan berbasis teknologi yang memudahkan masyarakat," ujarnya.
Ayub menjelaskan, aplikasi E-Thithir dirancang untuk mempercepat mekanisme pelaporan masyarakat. Setiap aduan yang masuk akan diteruskan melalui notifikasi kepada sekretaris desa, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Google Maps dan geotag untuk memudahkan petugas menuju lokasi kejadian. Notifikasi akan terus aktif hingga salah satu unsur tiga pilar tiba di lokasi sehingga setiap laporan dipastikan memperoleh respons.
Selain itu, E-Thithir telah terintegrasi dengan data kebencanaan dari BPBD. Informasi mengenai jumlah kepala keluarga, kelompok rentan, kebutuhan logistik, hingga simulasi penanganan bencana tersimpan dalam sistem sehingga memudahkan pemerintah desa mengambil langkah cepat saat terjadi keadaan darurat.
Tak hanya unggul dalam pemanfaatan teknologi, Desa Nogosari juga dinilai memiliki budaya gotong royong yang kuat, kekompakan antarwarga, serta mampu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penopang perekonomian masyarakat.
Keberhasilan Desa Nogosari menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat, tetapi juga lahir dari kolaborasi, kepedulian sosial, serta inovasi yang berkembang di tingkat desa.
