Dari Cukai untuk Rakyat: Rp 10,28 Miliar DBHCHT Pacitan Perkuat Layanan Kesehatan
PACITAN – Dana cukai tembakau ternyata bukan hanya urusan industri, tapi juga kesehatan masyarakat. Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mendapat suntikan dana Rp 10,28 miliar dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) untuk memperkuat layanan kesehatan di berbagai lini.
Plt Sekretaris Dinkes, Nur Farida, menyebut dana tersebut menjadi penyelamat bagi pelayanan kesehatan di tengah berkurangnya dukungan dari pos anggaran lain. “DBHCHT membantu kami menjaga stok obat tetap aman. Kalau tidak ada dana cukai, pelayanan di puskesmas bisa terganggu,” kata Farida, Senin (13/10).
Tak hanya untuk obat, DBHCHT juga menyentuh proyek-proyek fisik. Renovasi Puskesmas Ngadirojo senilai Rp 1 miliar, rehab Pustu Ketro Wonojoyo sebesar Rp 2,5 miliar, dan pembangunan ruang rawat inap Puskesmas Gembuk senilai Rp 700 juta menjadi bukti nyata.
“Sebagian besar sudah selesai, sisanya tinggal tahap akhir. Harapannya, pelayanan makin nyaman,” imbuh Farida.
Sementara itu, Kepala Dinkes Pacitan dr. Daru Mustiko Aji menegaskan, manfaat DBHCHT kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. “Rokok legal dengan pita cukai resmi punya kontribusi besar. Sebagian hasil cukainya dikembalikan ke daerah dalam bentuk program kesehatan,” ujarnya.
Namun, Daru juga mengingatkan bahwa rokok ilegal masih menjadi ancaman serius. “Setiap batang rokok tanpa pita cukai artinya potensi dana pembangunan yang hilang. Dampaknya bisa ke sektor kesehatan, pendidikan, bahkan kesejahteraan,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkab Pacitan bersama Satpol PP dan Bea Cukai Madiun terus menggencarkan operasi pemberantasan rokok ilegal. Tujuannya jelas: menjaga penerimaan negara agar manfaat dana cukai tetap bisa dirasakan masyarakat.
Melalui optimalisasi penggunaan DBHCHT, Dinas Kesehatan Pacitan berharap pelayanan kesehatan di puskesmas, pustu, hingga rumah sakit dapat semakin baik.
“Kami ingin masyarakat tahu, setiap rupiah dari cukai yang legal kembali lagi ke rakyat,” tutup Farida dengan optimistis.
